Dua Masalah Utama Saat Berada di Destinasi Wisata

Dua Masalah Utama Saat Berada di Destinasi Wisata

Berangkat menuju tempat wisata menggunakan layanan sewa bus pariwisata memang sangat memanjakan kita. Selama perjalanan kita bisa menikmati berbagai fasilitas yang begitu lengkap mulai dari fitur pemutar musik, hingga fasilitas karaoke. Dengan begitu jadilah perjalan tersebut sebagai salah satu momen terindah yang pernah kita alami.

Namun terlepas dari itu semua bagaimanapun kita telah didukung moda transportasi yang kaya akan fasilitas penunjang tetap saja ada sebuah kendala yang mendera liburan kita. Entah itu selama di perjalanan maupun ketika kita sedang menjelajahi tempat wisata.

Meski agenda ini telah kita rencanakan namun karena keterbatasan kita sebagai manusia ada sejumlah faktor yang terlewatkan dari pertimbangan kita.  Hingga akhirnya karena kekeliuran ini pun kita menemukan terdapat ketidaksuaian antara harapan dan kenyataan dari kegiatan wisata kita

Kendala Umum Yang Sering Dialami Wisatawan

Berikut ini adalah beberapa kendala yang biasanya menimpa wisatawan saat berlibur. Setelah nantinya anda mengetahui poin – poinnya maka cobalah untuk menjadikannya sebagai bahan pembahasan saat menggodok rencana perjalanan.

  1. Kuliner di kawasan wisata tidak cocok di lidah

Untuk masalah pertama adalah soal kuliner. Makanan dan minuman yang dijajahkan pedagang lokal bisa jadi tidak pas di lidah kita. Hal ini dikarenakan setiap daerah memiliki budaya masing – masing yang berbeda hingga berdampak juga pada jenis kulinernya.

Boleh jadi kita berasal dari Yogyakarta yang terkenal dengan olahan makanannya cenderung manis. Lalu kita pun berwisata ke Padang. Nah, seperti kita ketahui dari warung – warung masakan daerah ini bahwa kuliner khas tersebut dominan mengusung rasa pedas. Lidah orang Jogja yang terbiasa mengecap rasa manis kemungkinan akan sulit mendapatkan makanan yang terasa enak di sana.

  1. Buta arah

Berikutnya kendala masalah yang sering dikeluhkan para wisatawan khususnya bila berkunjung ke tempat baru adalah buta arah. Disini yang dimaksud dengan buta arah bukan sekedar bingung menentukan arah mata angin saja, tapi juga soal kecakapan memahami rute jalan.

Ketika kita coba berkeliling melalui jalan tertentu kita akan terbawa suasana dan hanya fokus menikmati pemandangan hingga tanpa sadar kita telah sampai pada satu lokasi. Ahkirnya ketika kita ingin kembali ke lokasi pertama kita pun mulai hilang arah, harus belok ke kanan atau ke kiri.

Setidaknya dua masalah itulah yang harus anda ketahui sebelum berangkat berlibur. Kemudian cobalah menyiapkan solusi untuk menanggulanginya.

Persoalan kuliner mungkin bisa anda atasi dengan membawa bekal sendiri. Tapi solusi ini kurang efektif ketika anda berwisata dan menginap. Maka cobalah untuk mencari penjual makanan yang menurut anda bisa pas di lidah.

Lalu agar anda tidak buta arah selama berada di area tempat wisata mintalah selebaran berisi denah dari pihak pengelola. Denah tersebut bisa menjadi acuan bagi ada ketika ingin berkeliling.

COMMENTS